Well, gw sekarang udah mulai kepikiran untuk investasi guna memenuhi kebutuhan sekolah anak gw nanti, kenapa? Kalau gw baca2 di berbagai media dan internet, pendidikan anak itu setiap tahun akan naik sekitar 15
ngga ah, ngga 15-30%. taun2 kemaren memang 15-30% mungkin karena deregulasi pendidikan terutama pendidikan tinggi. taun2 depan harusnya bakal ngikutin inflasi. malah harusnya kurang dari inflasi karena situasi politik menuntut subsidi pendidikan.
kalo investasinya tidak seberapa, hasilnya sama saja seperti tabungan biasa.
justru yang lebih kerasa itu yang investasinya gak seberapa karena di reksadana gak ada ongkos administrasi yang fixed rate, semuanya dalam %. jadi kalo kecil investnya, ongkos administrasinya juga kecil.
Jangan reksa dana deh. Walaupun sempet booming di Indo, tapi potensinya ya gitu2 aj. Kenapa? katanya, reksa dana keuntungannya adalah dalam menyebar resiko. Yang namanya menyebar resiko itu artinya ada 2: 1. disebar supaya kalau 5 sahamnya turun, ada 5 saham lagi yang naik – sambil berdoa agar naiknya lebih banyak daripada turunnya. 2. dengan menyebar resiko, mengesankan reksa dana adalah investasi yang aman.
Aman? kalau dari sisi gak mungkin rugi, ya nggak aman toh! Saya tahu rekan2 saya ada yang reksa dana nya turun.. Tapi saran brokernya? tunggu.. sabar.. jangan dilepas.. nanti juga naik lagi… Pertanyaan pertama yang Anda harus ajukan ke perusahaan reksa dana Anda: apakah broker Anda berinvestasi di saham dan punya reksa dana juga? kalau tidak, ya sami mawon.. Anda gak paham saham, saya juga, dia juga… Fakta: prinsip roda, saham yang turun akan naik lagi, saham yang naik akan turun lagi. 100% selalu terjadi. Jadi reksa dana Anda bisa merugi? ya tentu. Bisa untung? ya tentu. Ada resiko? pasti. Tabungan Anda beresiko? pasti, walaupun kecil. kalau bank pemegang tabungan Anda bangkrut? tabungan Anda lenyap.
Saran saya, cari instrumen investasi yang Anda pahami. Kalau Anda tidak paham, jangan investasi di tempat itu! bahayaaa… Anda jadi mudah diakali. Investasi no. 1? belajar tentang investasi itu sendiri, baru jalan.
Saya pribadi lebih baik investasi di instrumen yang tidak umum, seperti ORI yang sekarang 003 (return 9%+/th), atau investasi ritel minyak & gas (return 12%++/th). NB: saya bukan agen investasi, jadi ini pendapat pribadi ajah
hmmm saat ini reksadana tidak ada iuran bulanan loh, dan jangan sampe deh..
Bandingkan dengan tabungan (yang nilainya sedikit) yang ada iuran bulanan cukup besar (diatas 5000), padahal bunga tabungan gak nyampe 5000
how and where to start??
saya juga minat di reksadana. tapi konon, kalo investasinya tidak seberapa, hasilnya sama saja seperti tabungan biasa.
GINI DOWANK???
**nungguin tutorial reksadana**
ngga ah, ngga 15-30%. taun2 kemaren memang 15-30% mungkin karena deregulasi pendidikan terutama pendidikan tinggi. taun2 depan harusnya bakal ngikutin inflasi. malah harusnya kurang dari inflasi karena situasi politik menuntut subsidi pendidikan.
mudah2an sih bener
justru yang lebih kerasa itu yang investasinya gak seberapa karena di reksadana gak ada ongkos administrasi yang fixed rate, semuanya dalam %. jadi kalo kecil investnya, ongkos administrasinya juga kecil.
investasi ama asuransi sama gak, kan banyak tuh program yang menawarkan ikut asuransi sekaligus investasi.
tadi pagi baru aja ngomongin soal ikutan asuransi sama temen, dia menyarakan untuk coba aja
coba cari buku Robert T. Kiyosaki mengenai investasi. Klo gak salah judulnya: Guide to Investing.
Baca aja, Kiyosaki adalah org terkaya nomer 1 di Hawaai, layak dijadikan pembimbing ‘melek finansial’
Terkaya di Hawaii?
Kok tanggung. Kenapa nggak baca bukunya Bill Gates sama Warren Buffet aja skalian?
http://inventors.about.com/od/inventormagazines/tp/bill_gates.htm
http://beginnersinvest.about.com/od/warrenbuffett/tp/aatp071802a.htm
Jangan reksa dana deh. Walaupun sempet booming di Indo, tapi potensinya ya gitu2 aj. Kenapa? katanya, reksa dana keuntungannya adalah dalam menyebar resiko. Yang namanya menyebar resiko itu artinya ada 2: 1. disebar supaya kalau 5 sahamnya turun, ada 5 saham lagi yang naik – sambil berdoa agar naiknya lebih banyak daripada turunnya. 2. dengan menyebar resiko, mengesankan reksa dana adalah investasi yang aman.
Aman? kalau dari sisi gak mungkin rugi, ya nggak aman toh! Saya tahu rekan2 saya ada yang reksa dana nya turun.. Tapi saran brokernya? tunggu.. sabar.. jangan dilepas.. nanti juga naik lagi… Pertanyaan pertama yang Anda harus ajukan ke perusahaan reksa dana Anda: apakah broker Anda berinvestasi di saham dan punya reksa dana juga? kalau tidak, ya sami mawon.. Anda gak paham saham, saya juga, dia juga… Fakta: prinsip roda, saham yang turun akan naik lagi, saham yang naik akan turun lagi. 100% selalu terjadi. Jadi reksa dana Anda bisa merugi? ya tentu. Bisa untung? ya tentu. Ada resiko? pasti. Tabungan Anda beresiko? pasti, walaupun kecil. kalau bank pemegang tabungan Anda bangkrut? tabungan Anda lenyap.
Saran saya, cari instrumen investasi yang Anda pahami. Kalau Anda tidak paham, jangan investasi di tempat itu! bahayaaa… Anda jadi mudah diakali. Investasi no. 1? belajar tentang investasi itu sendiri, baru jalan.
Saya pribadi lebih baik investasi di instrumen yang tidak umum, seperti ORI yang sekarang 003 (return 9%+/th), atau investasi ritel minyak & gas (return 12%++/th). NB: saya bukan agen investasi, jadi ini pendapat pribadi ajah
http://aseponde.blogspot.com
mas priyadi sekali-kali mampir ke blog ku dong
yah mudah2an gak 15 -30% lagi kenaikannya biaya sekolah, investasi aja yang keuntungannya naik 15-30%
Sikecil udah sekolah dimana?
menunggu buku kiriman dari sengsara
lah coba dong baca postingan gw yang kemarin2
hmmm saat ini reksadana tidak ada iuran bulanan loh, dan jangan sampe deh..
Bandingkan dengan tabungan (yang nilainya sedikit) yang ada iuran bulanan cukup besar (diatas 5000), padahal bunga tabungan gak nyampe 5000
hmmmmmm
ok ok ok gw akan coba buat nanti yah