Lebih dari 15 tahun ketika film ‘The god must be crazy’ turun di layar2 bioskop di indonesia, film yang sangat-sangat-sangat lucu dan membuat tertawa yang tiada henti selama film itu berjalan.

Entah kenapa tiba-tiba saya ingat ‘god must be crazy’, karena saya barusan ingat waktu naik bis transjakarta menuju halte bi. Saya langsung senyum-senyum sendiri (dalam hati) mengingat ke luguan ni xau gara-gara sebotol botol coca-cola kosong :)

Yah film itu menceritakan ni xau, seorang suku di pedalaman afrika sana yang menemukan (lebih tepatnya ketimpa) sebotol coca-cola pada saat dia berjalan. Botol coca-cola itu di jatuhkan oleh pilot helikopter (kalo gak salah) yang membuang sampah sembarangan. Dia lalu membawa botol itu ke kaumnya, disana di tengah-tengah api unggun dia menceritakan bagaimana dia mendapatkan botol itu dan dia berpikir bahwa botol itu adalah hadiah dari tuhannya dan akan memberikan kegunaan untuk dia dan kaumnya.
Pada hari2 pertama botol itu sangat bermanfaat, dipakai untuk menggiling, menumbuk, dan lain-lain. Tiba pada suatu hari botol itu menjadi rebutan semua orang, dan orang-orang saling berantem memperebutkan botol kosong coca-cola itu.
Akhirnya diadakan rapat lagi, dan keputusannya (kalo gak salah) bahwa botol itu harus di kembalikan kepada tuhannya.

Nah dimulailah perjalanan panjang ni xau yang sangat lugu itu :) . D mulai dari dia ketemu seorang peneliti yang menggunakan mobil untuk transportasinya, nah kelucuan yang terjadi yang saya ingat:
1. Bagaimana ni xau menolong peneliti dari sungai dengan menggunakan winch jeepnya, tapi winch itu tidak pernah dimatikan sehingga jeep itu menggantung di dahan pohon.
2. ni xau mengikuti jejak seekor macan lalu ketemu dengan macannya sendiri dan dia lari ketakutan.
3. ni xau berusaha memberikan botol itu kepada wanita (hmm, siapa yah wanita itu) dan wanita itu tidak mau.
4. semua kelakuan ni xau di film itu sangat lah lucu.

Terus terang waktu saya menulis ini saya sampai tersenyum-senyum sendiri. Saya menjadi ingat tempat nontonnya, waktu itu kita nonton di pasar mayestik, tahun 1990-an, waktu itu bioskopnya masih ada dan untuk pertama dan terakhir kalinya saya nonton disana, karena selain tempatnya di pasar, hanya di bioskop itu yang masih memutar ‘The god must be crazy’, hari minggu kalo gak salah kita nontonya. Dan teman-teman saya waktu itu adalah
1. Lukman Hakim, sekarang sudah menjadi suami dan ayah dari 1 putri. Praktek dokter di lampung.
2. Novi Salim Rusli, terakhir ketemu dia menjadi pegawai kontrak di BNI mayestik, mudah2an sekarang sudah menjadi pegawai tetap.
3. Dayu, Ida Ayu Putu Desi, terakhir dia kuliah di Universitas Udayana Bali, ngambil jurusan hukum (kalo gak salah)
4. Ade Effendi, Avonturir yang selalu melanglang di Indonesia, mempunyai banyak impian. Terakhir ketemu di dekat rumah dan sudah menjadi suami dan ayah dari 1 putri
5. Andriansah, saya sendiri, sekarang jadi suami dan bekerja di perusahaan swasta IT, lagi mencari2 pekerjaan dengan ‘gizi’ dan ‘suplemen’ yang lebih baik

Teman-teman nonton ‘the god must be crazy’ gmana kabarnya yah sekarang? Masih ingat gak yah waktu nonton bareng itu.?